Profil

Latar Belakang




Di abad 21 ini, dunia sudah semakin mengglobal, dimana individu tidak terikat oleh negara atau batas-batas wilayah. Setiap individu dapat terhubung oleh siapa saja yang ada dibelahan bumi ini dan terjadi penyebaran informasi dan komunikasi melalui media cetak dan elektronik yang mendunia.

Globalisasi tentu membawa dampak positif maupun negatif. Dampak positif diantaranya komunikasi yang semakin cepat dan mudah, meningkatnya taraf hidup masyarakat, mudahnya mendapatkan informasi dan ilmu pengetahuan, tingkat pembangunan yang semakin tinggi, meningkatnya turisme dan pariwisata serta meningkatnya ekonomi menjadi lebih produktif, efektif, dan efisien.

Di sisi lain dampak negatif globalisasi antara lain informasi yang tak terkendali, munculnya sikap individualisme, berkurang sikap solidaritas, gotong royong, kepedulian dan kesetiakawanan serta budaya bangsa akan terkikis.

Dunia mengalami perubahan total, pasar dunia menjadi global dimana semua orang dimanapun mereka berada bisa menjual barang kemanapun mereka mau tanpa harus meninggalkan lokasi usahanya, peluang menjadi besar namun persaingan dan kompetisi juga menjadi global baik secara individu, kelompok usaha maupun negara. Teknologi menjadi sebuah keniscayaan untuk dapat berkompetisi dan mendapatkan informasi yang cepat dan akurat.

Dalam perubahan ini, sistem ekonomi dunia berubah menjadi sistem ekonomi berbasis pengetahuan dan bukan berbasis sumber daya alam ataupun manusia. Negara-negara yang mampu mengembangkan dan memiliki pengetahuan yang maju akan memimpin perekonomian dunia walaupun memiliki sumber daya alam maupun manusia yang sedikit, beberapa contoh negara seperti itu adalah Korea, Jepang dan Singapura.

Secara teori ekonomi, negara seperti Indonesia, China, India, Amerika, Brazil dan Rusia adalah negara-negara yang mempunyai potensi sebagai negara maju karena ketersediaan sumber daya alam dan manusia yang melimpah namun kemudian kemajuannya sangat ditentukan oleh kemampuan menguasai teknologi (pengetahuan).

Penelitian yang dilakukan oleh McKinsey Global Institute (2012) merilis sebuah artikel yang berjudul “Perekonomian Nusantara; Menggali potensi terpendam Indonesia”, memperkirakan bahwa Indonesia yang saat ini menduduki posisi 16 besar kekuatan ekonomi dunia bisa menjadi peringkat 7 pada tahun 2030, kekuatan ekonomi ini didukung oleh 113 juta tenaga kerja terampil yang bekerja di seluruh sektor ekonomi. Indonesia diprediksi akan mendapat bonus demografi di tahun 2020-2030 (BPS, Proyeksi_Penduduk_Indonesia_2010-2035), dimana penduduk dengan umur produktif sangat besar sementara usia muda semakin kecil dan usia lanjut belum banyak.

Sekolah/Madrasah sebagai salah satu sarana pendidikan formal memerlukan banyak hal yang mendukung keberhasilan proses belajar mengajarnya. Bagi lembaga Sekolah/Madrasah adalah penting untuk selalu meningkatkan kualitas proses pembelajaran. Karena mau tidak mau, Sekolah/Madrasah tetaplah menjadi salah satu agen sosialisasi pembentukan Deep Learning Skills dan membawa misi kepentingan negara dan bangsa bahkan agama untuk terus mempertahankan budaya dan kebiasaan yang positif. Dan dalam kebutuhan yang luas, diperlukan untuk terus menigkatkan kualitas sumber daya manusia yang dapat berkompetisi dalam persaingan global.

Kualitas sebuah Sekolah/Madrasah dapat dilihat dari budaya Sekolah/Madrasah yang sudah dimiliki juga sedang dikembangkan.Tantangan umum secara objektif di Indonesia, belum semua Sekolah/Madrasah memahami pentingnya budaya Sekolah/Madrasah. Hal ini terlihat pada fakta bahwa belum semua Sekolah/Madrasah memiliki program pengembangan budaya Sekolah/Madrasah.

Dengan mengetahui pentingnya budaya Sekolah/Madrasah, sesungguhnya stakeholder Sekolah/Madrasah sudah menuntaskan lebih dari setengah tugas utama Sekolah/Madrasah, karena disitulah visi dan misi akan terwujud. Hal ini  dikarenakan tujuan dari pengembangan budaya Sekolah/Madrasah adalah untuk membangun suasana Sekolah/Madrasah yang kondusif melalui pengembangan komunikasi dan interaksi yang sehat antara kepala Sekolah/Madrasah dan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, orang tua, masyarakat, dan pemerintah. Hingga akhirnya adalah output yang dihasilkan dapat memenuhi keinginan dari semua unsur yang memiliki kepentingan yaitu Sekolah/Madrasah yang bersangkutan, pemerintah dan terutama adalah orang tua.

“If we teach today’s student as we taught yesterday’s, we rob them of tomorrow” (Apabila kita mengajar siswa hari ini dengan cara kita belajar kemarin, maka kita merampok masa depan mereka)” – John Dewey.

Pengembangan budaya Sekolah/Madrasah didasarkan pada konsep ideal pendidikan berbasis Agama/Teknologi/Budaya, Lingkungan, Entrepeneur, Science, dan Ekspektasi Orang Tua Siswa pada lembaga pendidikan Swasta menuntut adanya profesionalisme dalam pengelolaannya serta menuntut adanya peran kepemimpinan manajerial yang baik dan dapat mendorong daya saing sekolah di tingkat Regional, Nasional dan Internasional. Dengan demikian peran strategis Madrasah Assakinah dikembangkan berdasrkan pada dasar pemikiran sebagai berikut :


  1. Setiap Sekolah/Madrasah dikembangkan dengan keunikan/ciri khas/keunggulan. Tujuannya untuk memperoleh segmentasi konsumen.
  2. Cita-cita ideal founding father yang dituangkan dalam keunikan sebagai “pembeda” dengan Sekolah/Madrasah lain.
  3. Tujuan pendidikan nasional dalam undang-undangan Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003.
  4. Menjawab kebutuhan perubahan jaman, menjaga identitas lokal-nasional menghadapi globalisasi.
  5. Penguatan peran Kepemimpinan manajerial dalam pengelolaan.



Prinsip dan Nilai

Core Values, Meneladani Akhlak Rosul
Motto, Generasi Insan Sakinah Unggul Berkarakter


Visi
Menjadi Madrasah yang Berkarakter Unggul (Shiddiq, Amanah, Tabligh, Fathonah) dengan meneladani Akhlak Rasululloh SAW dan Terdepan dalam Prestasi di Tingkat Jawa Barat Guna Membangun Generasi Insan Sakinah.


Misi
  1. Menyelenggarakan sistem pendidikan Islam yang bermutu dengan tata kelola dan pelayanan yang optimal berbasis Multikurikulum yaitu Kurikulum Nasional dan Internasional serta kurikulum khas SATF (teladan Akhlak Rosul SAW) guna membangun generasi Insan Sakinah Unggul Berkarakter serta berwawasan global berbasis IT.
  2. Mengembangkan Sumber Daya Insani yang bermutu, berkomitmen dalam meneladani akhlak Rosul SAW berbasis SATF dan berwawasan Global. 
  3. Memenuhi serta Meningkatkan kualitas maupun kuantitas sarana, prasarana, pelayanan, dan IT  dalam menunjang proses pendidikan yang menyenangkan berbasis SATF (teladan Akhlak Rosul SAW).
  4. Mengembangkan silaturahmi internal dan eksternal untuk penguatan misi pendidikan dan pelaksanaan da’wah Islamiyah berbasis SATF (teladan akhlak Rosul SAW).
  5. Menjadi supporting system dengan keunggulan kemandirian sistem tata kelola keuangan dan menstimulasi tumbuhkembangnya jiwa enterprenership pada sumber daya insani civitas akademika Assakinah.
  6. Menyelenggaran sistem pembinaan dalam upaya menumbuhkembangkan potensi diri, minat dan bakat siswa dalam meneladani akhlak Rosul SAW berbasis Shidiq, Amanah, Tabligh dan Fatonah melalui pembiasaan dan keteladanan berbasis enam pilar pembinaan kesiswaan (Budaya Insan Sakinah Unggul Berkarakter, Kemadirian, Kreativitas, Kepedulian Sosial, Berpandangan ke Masa Depan/Visionary, dan Berwawasan Global).




Madrasah Assakinah
Jl. H. Gofur RT.001 RW.007 Kp. Rawa Tengah
Ds. Tanimulya Kec. Ngamprah
Kabupaten Bandung Barat
Telp.(022) 87781500 Ext. 11, Fax. (022) 87781498
 
Web Site : http://www.assakinahsejahtera.com/
Blogger : http://blog.assakinahsejahtera.com/
Email : admin@assakinahsejahtera.com
Facebook : Madrasah Assakinah
InstaGram : madrasah_assakinah
Whatsapp : 08115.345.666